Tampilkan postingan dengan label Story Photo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story Photo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2008

Geliat Kampung Kota

Kampung kota merupakan kawasan hunian masyarakat berpenghasilan rendah
dengan kondisi fisik kurang baik. Kampung kota merupakan kawasan permukiman kumuh dengan ketersediaan sarana umum buruk atau tidak ada sama sekali. Kampung merupakan lingkungan tradisional khas Indonesia, ditandai ciri kehidupan yang terjalin dalam ikatan kekeluargaan yang erat.

Kampung kota adalah suatu bentuk pemukiman di wilayah perkotaan yang khas Indonesia dengan penduduk masih membawa sifat dan prilaku kehidupan pedesaan yang terjalin dalam ikatan kekeluargaan yang erat, tentunya diikuti dengan kondisi fisik bangunan dan lingkungan kurang baik dan tidak beraturan, kerapatan bangunan dan penduduk tinggi.

Hunian yang sudah padat ini cenderung akan terus memadat. Keberadaan ruang dengan fungsi tumpang tindih akan terus berlanjut. Pertambahan ruang secara vertikal cenderung akan menjadi cara untuk terus meningkatkan fungsi-fungsi hunian yang semakin kompleks.






naskah di rangkum dari tesis Putri Suryandari , ST.M.Ars

Selasa, 27 November 2007

Unan Unan

Tidak ada pertanda alam yang sia-sia. Keresahan manusia akan keadaan alam yang semakin lama enggan untuk berkompromi dengan penghuninya adalah sebuah pertanda akan adanya sesuatu yang salah telah terjadi. Introspeksi diri dan hantaran doa agar semua selamat menjadi jawaban.

Upacara Unan-Unan adalah upacara yang diselenggarakan sekali dalam sewindu oleh masyarakat Tengger. Sewindu menurut kalender Tengger bukan 8 tahun melainkan 5 tahun. Upacara ini dimaksudkan untuk membersihkan desa dari gangguan mahluk halus dan menyucikan para arwah yang belum sempurna agar dapat kembali kealam asal yang sempurna, yaitu Nirwana.

Kata Unan-unan berasal dari kata tuna 'rugi', maksudnya upacara ini dapat melengkapi kekurangan-kekurangan yang diperbuat selama satu windu. Dalam upacara ini orang Tengger menyembelih kerbau sebagai bentuk kurban dan persembahan yang dihantarkan ke sanggar di ujung desa Ngadas.







Rabu, 21 November 2007

Ketika Andien Melantunkan Rasa

Di sebuah cafe di tengah kota Surabaya, alunan irama jazz terus melantun indah mengiringi gemerlap malam kota. Terkadang menghentak, terkadang mendayu. Penonton yang datang malam itu masih menunggu sosok penyanyi imut dan manis yang akan menjadi pamungkas pada acara JakJazz Fever kala itu. Dengan salah satu lagunya yang bertajuk Gemintang, Andien akan melantunkan rasa kepada penggemarnya.








Jumat, 09 November 2007

Icip-Icip Jajanan Keputran Panjunan

Geliat warga di salah satu sudut kota surabaya, tepatnya di keputran panjunan 66 baru saja beranjak. Di sebuah lorong gang kecil yang akan membuat susah bagi orang untuk berpapasan, mereka memulai aktifitas keseharian dengan membuat jajanan pasar yang nantinya mereka lempar ke bakul-bakul (penjual di pasar) dengan harga yang murah. Di lorong selebar 1 meter inilah dapur mereka, sempit dan penuh perabotan untuk memasak seperti kompor, panci, dan wajan.


SERABUTAN - lorong gang digunakan sebagai dapur untuk memasak


KOCI-KOCI - kue yang terbuat dari tepung beras yang didalamnya diisi kelapa parut dicampur gula, kemudian dibungkus dengan daun pisang sebelum dikukus


KUE LUMPUR - dalam satu hari produksi bisa mencapai 100 lebih kue lumpur yang dijual seharga Rp. 300,00


MENGUKUS - Mbak Eni yang sedang mengukus kue lapis buatannya

Kamis, 06 September 2007

Why Rejected

Why Rejected yang dikemudikan oleh Ody (Lead voc, guitar), Eka (Lead Guitar), Edo (Bass guitar) and Dhika (Drums) malam itu sedang mempertaruhkan nasibnya dalam sebuah ajang festival musik sekaligus menjadi awal dari mereka untuk meneriakkan musik mereka agar bisa didengar oleh lebih banyak telinga. Apakah mereka layak didengar atau tidak. Berada dalam sebuah kotak musik L.A. Light Indiefest ini maka sangat jelas bahwa musik mereka bukan mainstream. Jangan sesekali berharap mendengar lagu-lagu pop khas Dewa, Samsons atau barangkali Kangen Band karena mereka sama sekali tidak berkiblat kesana. Simak saja beberapa influence mereka berikut ini seperti arctic monkeys, queen, the clash, the killers, incubus, franz ferdinand & the strokes. Benar-benar sebuah kombinasi yang apik antara sound-sound rock, post rock & punk, garage, swing and jazz pada dua lagu karya meraka yang berjudul Why Rejected dan Man With Overcrowded Mind. Soal diterima atau tidak itu terserah telinga yang mendengarkan, masing-masing punya rasa yang berbeda. Karena mereka hanya mencoba untuk memperkenalkan musik mereka. That’s All !!







PS : Paling tidak saya lebih memilih mendengarkan mereka daripada Kangen Band.

Jumat, 17 Agustus 2007

Sekelumit Cerita Tentang Tasbih


Sunan Ampel merupakan salah satu dari sembilan wali atau sunan yang menyebarkan agama islam di pulau Jawa pada kisaran abad 15. Sunan Ampel yang diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, sampai saat ini masih sering dikunjungi peziarah yang berasal dari sekitaran hingga luar Jawa Timur. Menginjakkan kaki di komplek area makam Sunan Ampel kita akan disuguhi oleh penjual yang menyediakan aneka macam cinderamata, mulai dari parfum, buah kurma, baju muslim dan buah tangan lain khas umat muslim.



Salahsatu diantaranya adalah tasbih, bagi masyarakat non muslim mungkin akan sedikit awam dengan benda mirip kalung yang terdiri dari 33 butiran sebagai alat bantu untuk ber-dzikir (doa mengagung-agungkan nama Allah Swt).




Banyak sekali macam tasbih bisa ditemukan disini, mulai dari yang berbahan kayu, plastik, dan ada pula yang terbuat dari biji buah pisang. Bagi sebagian masyarakat ada pula yang mempercayai bahwa dari sebagian tasbih tersebut ada yang bertuah atau memiliki khasiat-khasiat tertentu. Maka jangan heran jika ada tasbih yang meskipun terbuat hanya dari kayu harganya bisa mencapai 2 jutaan.

Beberapa macam tasbih yang dipercaya memiliki tuah atau khasiat tersebut diantaranya terbuat dari bahan kayu Setigi, Gahru dan Kokka. Tasbih yang terbuat dari kayu Kokka misalnya yang dijual dengan kisaran harga Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 2.500.000,-, merupakan jenis kayu yang digunakan Nabi Nuh As untuk membuat bahtera (kapal) dan tongkat Nabi Musa As. Atau tasbih yang terbuat dari kayu setigi yang dipercaya memiliki khasiat memberikan keselamatan, rejeki dan rasa tentram bagi penggunanya.

Lokasi. Komplek Makam Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Rabu, 08 Agustus 2007

[G] Malang Kembali 2007 [seri 2]

Festival Malang Kembali 2007 merupakan acara tahunan yang di gelar oleh pemerintahan kota Malang. Bertempat di Jalan Ijen dengan menyulap dua jalur lalu lintas yang biasanya digunakan untuk kendaraan bermotor menjadi area festival. Acara yang digelar pada 3-6 Juni 2007 lalu ini mengangkat tema yang sama seperti tema yang sebelumnya yakni Malang Kembali yang artinya mengembalikan sejenak nuansa Malang pada jaman dahulu ke masa saat ini. Aneka jajanan tradisional di perjualbelikan disini dan bagi sebagian orang menjadi tempat untuk nostalgia mengenang masa-masa kecil dulu.Tidak hanya jajanan saja, berbagai pertunjukan tradisional juga digelar setiap hari. Mulai dari jaranan, keroncong, ludruk sampai pagelaran wayang semalam suntuk. (foto & teks. bimbim/2007)


Aneka jajanan tradisional di suguhkan disini, salah satunya adalah arbanat atau kembang gula ala jaman dulu


beberapa alat musik jaman dulu


pagelaran musik keroncong ketika malam hari juga tidak sepi peminat. Antusiasme pengunjung dari yang muda sampai orang tua yang bernostalgia turut menyemarakkan panggung keroncong


even Malang Kembali 2007 ini ditutup dengan pagelaran wayang semalam suntuk.

(...end)

[G] Malang Kembali 2007 [seri 1]

Festival Malang Kembali 2007 merupakan acara tahunan yang di gelar oleh pemerintahan kota Malang. Bertempat di Jalan Ijen dengan menyulap dua jalur lalu lintas yang biasanya digunakan untuk kendaraan bermotor menjadi area festival. Acara yang digelar pada 3-6 Juni 2007 lalu ini mengangkat tema yang sama seperti tema yang sebelumnya yakni Malang Kembali yang artinya mengembalikan sejenak nuansa Malang pada jaman dahulu ke masa saat ini. Aneka jajanan tradisional di perjualbelikan disini dan bagi sebagian orang menjadi tempat untuk nostalgia mengenang masa-masa kecil dulu.Tidak hanya jajanan saja, berbagai pertunjukan tradisional juga digelar setiap hari. Mulai dari jaranan, keroncong, ludruk sampai pagelaran wayang semalam suntuk. (foto & teks. bimbim/2007)

jalan ijen yang ditutup total dijadikan arena festival Malang Kembali, dengan menyulap menjadi nuansa jaman dahulu


hampir setiap pengunjung pasti menyempatkan diri untuk berfoto di poster-poster bergambar suasana Malang di jaman kolonial dahulu.

botol limun yang memiliki keunikan dengan cap timbul ini dijual seharga Rp. 75.000,-

Permen Gulali. Seakan terkenang pada jajanan permen masa lalu, stan-stan penjual permen gulali menjadi incaran pengunjung. Permen ini dijual mulai harga Rp. 1000,-.

Obral Uang Jadul. Uang masa lalu ini di jual dengan kisaran harga Rp. 1000,- namun beberapa yang sudah langka bisa mencapai harga Rp. 100.000,-


(continued...)